IPv6 bukan sekadar versi baru dari alamat IP. Cara jaringan rumah memperoleh dan membagikan alamat juga berbeda dari pola IPv4 yang umum memakai alamat privat dan NAT. Agar perangkat di beberapa jaringan lokal dapat memakai IPv6 secara teratur, router biasanya perlu memperoleh satu blok alamat dari penyedia internet, lalu membaginya menjadi subnet yang sesuai. Mekanisme ini disebut IPv6 Prefix Delegation, biasanya dijalankan melalui DHCPv6-PD.
Fitur ini berguna ketika jaringan memiliki beberapa access point, VLAN, jaringan tamu, perangkat IoT, atau router tambahan. Dengan memahami cara kerjanya, pemilik jaringan dapat memeriksa apakah layanan IPv6 dari ISP sudah benar-benar diteruskan ke perangkat, bukan hanya aktif pada antarmuka WAN router.
Apa itu IPv6 Prefix Delegation?
Prefix adalah bagian awal dari alamat IPv6 yang menunjukkan blok jaringan. Melalui Prefix Delegation (PD), router meminta ISP memberikan satu blok prefix untuk digunakan pada jaringan di belakangnya. Router bertindak sebagai klien DHCPv6-PD, sedangkan perangkat di sisi ISP menyediakan delegasi tersebut. Mekanisme DHCPv6 dan opsi delegasi prefix dijelaskan dalam RFC 8415.
Perlu dibedakan antara alamat IPv6 untuk antarmuka WAN dan prefix untuk LAN. Router dapat memiliki alamat pada sisi WAN tanpa menerima blok yang bisa dibagi ke jaringan lokal. Karena itu, melihat satu alamat IPv6 di halaman status router belum cukup untuk memastikan Prefix Delegation bekerja.
Bagaimana DHCPv6-PD bekerja?
Secara sederhana, prosesnya berlangsung seperti berikut:
- Router rumah mengirim permintaan DHCPv6 yang meminta delegasi prefix dari ISP.
- Server ISP menawarkan blok yang tersedia, misalnya prefix contoh dokumentasi
2001:db8:1200:ab00::/56. - Router meminta dan menerima delegasi tersebut beserta informasi masa berlaku sewanya.
- Router membagi blok itu menjadi subnet yang lebih kecil untuk LAN, VLAN, atau jaringan di belakang router tambahan.
- Router mengiklankan prefix yang sesuai pada setiap segmen. Perangkat kemudian dapat membentuk alamatnya sendiri menggunakan SLAAC atau memakai konfigurasi DHCPv6 sesuai desain jaringan.
Alamat 2001:db8::/32 dicadangkan untuk dokumentasi, sehingga contoh di atas bukan alamat publik yang seharusnya dipakai pada jaringan nyata. Prefix aktual berasal dari ISP dan dapat berubah mengikuti kebijakan layanan.
Memahami ukuran prefix: /48, /56, /60, dan /64
Angka setelah garis miring menunjukkan panjang bagian jaringan. Untuk subnet LAN IPv6 biasa, panjang /64 merupakan ukuran standar yang paling umum. Prefix delegasi yang lebih besar memberi ruang bagi router untuk membuat beberapa subnet /64.
- /48: dapat dibagi menjadi 65.536 subnet /64.
- /56: dapat dibagi menjadi 256 subnet /64.
- /60: dapat dibagi menjadi 16 subnet /64.
- /64: hanya menyediakan satu subnet /64, sehingga tidak memberi ruang untuk membaginya lagi menjadi beberapa LAN /64.
Ukuran yang diberikan ISP tidak seragam. Sebagian pelanggan rumahan memperoleh /56 atau /60, sementara penyedia lain memberikan ukuran berbeda. Periksa informasi paket dan status router; jangan menganggap meminta /56 pasti membuat ISP mengalokasikan /56.
Contoh pembagian jaringan rumah
Misalnya router menerima prefix dokumentasi 2001:db8:1200:ab00::/56. Administrator dapat mengalokasikan subnet /64 yang berbeda untuk jaringan utama, perangkat IoT, dan jaringan tamu. Setiap antarmuka atau VLAN memperoleh satu subnet tersendiri, lalu router mengirim Router Advertisement (RA) agar perangkat mengetahui prefix dan rute default yang digunakan.
Penamaan subnet harus konsisten dan dicatat. Jika router mendukung penetapan prefix ID per VLAN, gunakan pemetaan yang mudah dipahami, misalnya satu subnet untuk LAN utama dan subnet lain untuk IoT. Jangan menyalin contoh alamat dokumentasi ke konfigurasi produksi. Ikuti format dan fitur yang tersedia pada router karena antarmuka pengaturannya berbeda-beda.
Cara memeriksa dukungan ISP dan router
- Periksa layanan ISP. Pastikan paket dan jaringan akses mendukung IPv6 native serta DHCPv6 Prefix Delegation. Dukungan IPv6 saja belum selalu berarti pelanggan mendapat prefix untuk LAN.
- Buka halaman IPv6 WAN router. Cari opsi seperti DHCPv6-PD, Prefix Delegation, Request Prefix, atau IA_PD. Nama menu bergantung pada merek dan firmware.
- Periksa prefix yang diterima. Setelah koneksi diperbarui, pastikan status menunjukkan prefix dan panjangnya, bukan hanya satu alamat WAN.
- Periksa LAN atau VLAN. Pastikan setiap segmen yang memerlukan IPv6 memiliki subnet /64 dan Router Advertisement aktif sesuai rancangan.
- Uji dari perangkat klien. Periksa apakah perangkat memperoleh alamat IPv6 global dan dapat menjangkau layanan IPv6. Jika router menunjukkan prefix tetapi klien tidak memperoleh alamat, periksa RA, konfigurasi VLAN, dan aturan firewall.
Keamanan dan masalah yang sering muncul
IPv6 tidak mengharuskan NAT untuk melindungi jaringan. Karena perangkat dapat memiliki alamat global, firewall router tetap harus menerapkan kebijakan koneksi masuk yang tepat. Jangan menonaktifkan firewall hanya karena koneksi IPv6 tidak bekerja, dan jangan menganggap alamat global otomatis berarti perangkat terbuka dari internet.
Jika prefix berubah setelah router tersambung ulang, perangkat dan aturan jaringan perlu mengikuti prefix baru. Konfigurasi alamat publik statis yang ditulis manual dapat menjadi tidak valid setelah perubahan itu. Gunakan fitur prefix tracking atau konfigurasi dinamis yang didukung router, dan periksa kembali DNS serta aturan firewall yang merujuk pada prefix lama.
Masalah lain muncul ketika ISP tidak menyediakan PD, router hanya menerima alamat WAN, atau perangkat jaringan tambahan tidak dapat meneruskan prefix. Dalam situasi tersebut, periksa dokumentasi ISP dan firmware router sebelum mencoba konfigurasi lanjutan. Untuk jaringan dengan beberapa router, pastikan setiap perangkat memahami peran delegasi dan routing yang digunakan.
Kesimpulan
IPv6 Prefix Delegation memungkinkan router memperoleh satu blok alamat dari ISP dan membaginya menjadi subnet untuk jaringan rumah atau kantor kecil. Ukuran prefix menentukan berapa banyak jaringan /64 yang dapat dibuat, sedangkan SLAAC, Router Advertisement, dan aturan routing membantu perangkat menggunakannya. Mulailah dengan memastikan ISP mendukung DHCPv6-PD, memeriksa prefix yang diterima, lalu menguji setiap LAN dan kebijakan firewall. Dengan pencatatan prefix serta konfigurasi yang sesuai, IPv6 dapat dikelola lebih rapi tanpa bergantung pada NAT seperti pola IPv4 yang umum.
Bacaan terkait: Anycast DNS.
PENGALAMAN BARU Coba tampilan baru Penasaran dengan pengalaman membaca Nazuaf versi modern? Coba tampilan baru yang dirancang agar nyaman dibaca dari ponsel dan pc. Buka versi modern dan lanjutkan membaca artikel ini. Jelajahi tampilan baru Nazuaf versi modern · Ketuk kartu untuk mencoba